dimana mimpi itu...


Ada lorong lorong tawa yang suaranya terus bergema dalam jiwa. ada sejuta ukiran ukiran asa yang masih berbekas dalam kepala. Mau dikemanakan ini? aku hanya dapat merenungi dan mengikhlaskan satu persatu untuk dapat kutinggalkan.

seribu "andai" terus berputar,..andai ini...andai..itu...andai begini...andai begitu..hah. malam malam menjadi sangat sepi, pagi hari menjadi tak bergairah jika seribu "andai" datang.


tak rela rasanya melupakan senyum itu, tak rela rasanya melepas kenangan itu. hah, sampai seorang sahabat berkata.
"koer, yang sudah lewat lupakanlah jangan tinggalkan benak dalam hatimu. biarkan yang sudah menjadi pengalaman yang berharga, sekarang hidup lu untuk yang hidup. tugas lu sekarang membahagiakan yang hidup.
beribu penyesalan boleh lu lontarkan, namun ambilah pelajaran penting dari itu semua."

saat ini aku sudah mulai tangguh melewati itu semua. perkataan sahabatku menjadi pengingatku betapa penting hidup selanjutnya. hidup kita untuk bisa membahagiakan yang hidup dan itu yang terus menjadi acuanku untuk tetap bersemangat dan menabur senyum.

kadangkala sepi itu datang menggoda, membunuh kembali rasa yang sudah ikhlas. masih ada lubang - lubang yang belum tertutupi. membuat sesuatu yang ceria menjadi sendu.
Hari hari yang sulit masih terus di arungi. kepedihan yang tersisa disana sini masih saja meneriakiku. "hei....ingatkah kamu tempat ini?" tempat ini tempat yang indah yang pernah kau lewati...otak ku berkata seenaknya.

Iya aku tahu, biarlah ia tetap indah disana. biarlah ia menjadi prasasti yang tak berbentuk. biarlah ia terus abadi disana. aku ingin tersenyum saja. aku pernah melewati kenangan itu bersama seseorang yang berharga dalam hidupku. biarkan itu tetap menjadi senyum abadiku.jawabku dalam lintasan waktu.

Beberapa jam yang lalu aku menghubungi ibu mertuaku yang di sidoarjo dan kakak iparku yang di malang. awalnya kita hanya saling menyapa dan saling mendoakan kesehatan masing-masing namun akhirnya mereka bercerita banyak hal tentang  almarhumah yang datang dalam mimpi-mimpinya. katanya inilah...katanya itulah....katanya beginilah ...katanya begitulah...katanya temen nya juga dimimpiinlah...yang jelas aku hanya bisa menangis ketika mereka bercerita.

hanya menangisi kenapa "Ia tak hadir dalam mimpiku"...
Sudah hampir empat puluh hari aku melewati ini semua namun tak ada "Ia" masuk dalam mimpiku. aku kangen kamu dik, masuklah dalam mimpiku obati kerinduanku...aku iri dengan mimpi mereka....

mintaku dalam kesedihanku sambil mendengar cerita ibu mertua dan kakak iparku....

" yasudahlah, aku terima apa saja kondisiku. jika memang kau anggap aku sudah cukup kuat dan tak ingin membuatku sedih. maka tentramlah kamu ditempatmu bersama malaikat-malaikat kecil kita. doa doaku bersamamu dik !! "

-beloved-

 


 






Popular posts from this blog

RUMAH SAKIT UNTUK PESERTA BPJS YANG NYAMAN

Nyaman Berenang di Kolam Renang Damai Indah Golf BSD