RUMAH SAKIT UNTUK PESERTA BPJS YANG NYAMAN

Lengkap sudah kebahagiaan saya hari ini, 16 April 2015 rasa syukur tidak habis habisnya saya ucapkan setelah saya mendapatkan anak kedua. Kebahagiaan tersebut semakin dilengkapi setelah istri saya keluar dari rumah sakit  dan tidak ada biaya apapun yang harus dibayarkan. Senyum saya bertambah lebar dan ruang paru semakin luang. INDAH BETUL !! Serasa ada angin sepoi sepoi yang melintas di wajah dan rambut saya....(Sayang cepak, kalo rambutnya panjang sudah terlihat betul indahnya) heheheheh



kebahagiaan ini dimulai sejak istri saya di nyatakan hamil, kami mulai sibuk mencari kembali dokter kandungan yang sesuai dan cocok dengan istri saya. Selama 8 bulan istri saya sudah ke beberapa dokter kandungan yang ada di Tangerang. Selama 8 bulan itu kami menggunakan biaya sendiri tanpa menggunakan kartu BPJS yang sudah kami miliki. ( mau pakai BPJS, lihat antriannya sudah pegel) No way...mending pegel sedikit deh daripada menguras waktu, (maklum kami masih memiliki 1 anak yang kami titipkan dengan orang tua). Dari 8 bulan sebenarnya sudah menemukan dokter yang cocok di RS Hermina namun karena kondisi dokternya juga sedang Hamil dengan usia kandungan yang hampir sama dengan istri saya. Akhirnya kami memutuskan untuk mencari dokter lain.

Ada beberapa referensi dokter yang kami dapat, dan salah satunya adalah 1 dokter yang pernah kami kunjungi sewaktu kehamilan pertama istri saya. beberapa orang menyatakan kalau dokter tersebut sabar dan mau melayani siapapun. Perjumpaan kedua kami memberikan respon positif kepada dokter tersebut. Sudah sesuai dengan prasyarat yang diinginkan istri saya. Kami masih menggunakan biaya pribadi saat itu, sampai pada akhirnya istri saya dinyatakan akan operasi sesar.

Dipertemuan berikutnya kami mencoba mendaftar dengan kartu BPJS, selama proses pendaftaran berjalan lancar. tidak ada indikasi yang menyulitkan. (Minta rujukan ke faskes tingkat II kemudian ke RS yang ditunjuk). Selama dirumah sakit kami tidak merasa diberlakukan secara berbeda dengan pasien yang berbayar. ini yang membuat kami senang. walaupun kami juga berbayar sih,.... (oala tau begini pake BPJS sejak awal) heheheheh...

Kontrol berikutnya pun sama, kami masih menikmati proses ini dengan kartu BPJS (walaupun ada beberapa mis komunikasi, tapi kami anggap wajar)  Tanggal 13 April 2015 Akhirnya Istri saya memasuki ruangan observasi sebelum dirawat inap. Para suster masih setia dan ramah melayani kami. Setelah usai di observasi akhirnya kami memasuki ruang RPK yang ada di lantai 2.

Malam ini begitu menegangkan dan membuat istri saya sulit tidur, maklum ini kali pertama istri saya di rawat dan di operasi. Pagi harinya istri saya sudah di pasangkan selang infus dan kateter. Operasi di pagi haripun siap dilakukan, istri saya masuk ke ruang operasi pkl. 7.30 WIB. Ini waktu yang mendebarkan...deg deg..plas.....Pkl. 8.45 wib. ada suara riuh terdengar..
suster memanggil saya...

Suster :  Keluarga ibu xxxx ?
Saya :  ya saya mbak...
Suster : iya silahkan masuk pak....
Saya : (saya masuk ke ruangan) di hadapan saya sudah ada bayi di dalam tabung..
Suster : Dengan siapa pak?
Saya : xxxxxxxx
Suster : O, Oke baik pak...ini anak bapak dengan ibu....terlihat gelang di lengan kirinya berwarna biru...(ada keterangan waktu lahir, tanggal dan orangtuanya)
Saya : Alhamdulillah...
Suster: bapak Muslim?
Saya : betul
Suster : mau di azankan disini atau di RPK saja?
Saya : RPK saja
Suster : baiklah silahkan tunggu

Tidak lama setelah itu bayi dalam tabung dibawa keruang RPK, suster mengajak saya keruangan khusus bayi dan mempersilahkan saya mengazankan dan mengiqomatkan anak saya. Setelah selesai suster membuka bedong bayi dan menunjukan semua kondisi fisik bati dari kepala hingga ujung kaki. Alhamdulillah semuanya normal....

mengambil beberapa gambar si bayi dan diperkenalkan ke dunia media sosial, alhamdulillah...anak kedua kami telah lahir !!

Sambil menunggu istri saya keluar dari kamar operasi saya mengurus beberapa administrasi kecil untuk si bayi,  suster memberikan lembaran masuk rawat inap untuk si bayi yang harus di daftarkan ke loket pendaftaran.Saat ini bayi tidak lagi menjadi tanggungan si ibu, melainkan sudah memiliki tanggungan sendiri dan harus punya nomor BPJS sendiri.

Sebenarnya pada hari sebelumnya saya sudah ke BPJS untuk mengurus hal tersebut, saya mendapatkan informasi bahwa calon bayi dapat di daftakan ke BPJS. Makanya kemarin saya sempat bersibuk ria dengan kantor BPJS. Sampai akhirnya pendaftaran saya ditolak karena calon bayi untuk kepesertaan perusahaan tidak bisa di cover. lagi dan lagi setelah saya ke loket pendaftaran akhirnya saya diberi penjelasan mengenai alur pendaftaran bayi baru lahir kepesertaan BPJS untuk perusahaan.
Jika saya selama 3X24 jam tidak mengurus BPJS tersebut maka akan dikenakan biaya pribadi.


Setelah selesai di jelaskan saya diberikan secarik kertas untuk kelengkapan data yang harus dipenuhi, saya berencana hari rabu pagi untuk pergi ke BPJS. hari ini saya fokus menemani anak istri saya.

Saya bertemu istri saya di ruang RPK, melihat kondisi istri saya yang masih terbaring lemah dangan mata yang sedikit membngkak. setelah masuk istri saya menjelaskan proses selama operasi dan menjelaskan kemungkinan kenapa matanya bisa membengkak. istri saya memiliki alergi beberapa jenis obat yang membuat matanya akan lebih dahulu mengenai dampaknya.

Rabu pagi saya sudah bersiap untuk ke kantor BPJS Tangerang di Cikokol ( Seberang Tang City) Saya mengurus kartu tersebut dan mendapat antrian nomor 30, alhamdulillah belum panjang..Setelah usai mngurus kartu tersebut saya mampir kerumah untuk menjumpai anak saya yang pertama. menemaninya bermain sebentar kemudian menuju Rumah Sakit lagi. Setelah sampai di RS saya memberikan Foto Kopi kartu BPJS anak saya, dan Tidak lama setelah itu teman kantor memberi kabar kalau dia akan datang menjenguk istri saya. Siang itu akhirnya datanglah teman kantor saya dan sore harinya di kunjungi oleh sanak keluarga.

Kondisi istri saya sudah mulai pulih, oh ya si baby sudah dipertemukan dengan bundanya. saat kemarin si baby masih diruangan khusus bayi.  Kami taidak habis habisnya bersyukur karena telah memiliki 2 anak (perempuan dan laki-laki) serasa sudah komplit rasanya...

Rabu malam kami sudah di informasikan suster kalau kamis pagi istri saya sudah diperbolehkan pulang. kami pun menginformasikan ke orang tua istri saya untuk dijemput dengan mobilnya. Kamis pagi hari kami sudah bersiap siap mengemas semua barang barang kami. Pkl 9.30 wib mertua saya datang dan saya mengurus surat keluar RS yang diberikan suster. setelah itu surat itu saya bawa ke bagian administrasi kepulangan.  dan alhasil kami tidak membayar sepeserpun atas biaya kelahiran anak kedua kami.

INDAH BUKAN !!

Alhamdulillah ini SESUATU BANGET, saya berharap bukan hanya RS Annisa Tangerang  (maps) saja yang dapat melakukan dan menerima pasien BPJS dengan baik. kedepannya banyak rumah sakit lain yang dapat memberikan pelayanan yang baik kepada pasien BPJS.














Popular posts from this blog

Nyaman Berenang di Kolam Renang Damai Indah Golf BSD