gec00025Ini kali pertama saya yang melakukan perjalanan setelah sekian lama hanya menjadi urban rider. Ini bukan perjalanan luar bisa seperti perjalanan- perjalanan yang dibuat oleh Suhu Touring di komunitas ini  yang melakukan perjalanan nan jauh dan menantang. Ini hanya perjalanan jarak dekat yang dilakukan seorang ayah yang masih sibuk mengurusi keluarga kecilnya. Ini hanya sebuah perjalanan 1 hari yang tidak menantang apapun, perjalanan hanya untuk memanaskan mesin motor yang sudah lama terbungkam.
Namun ini menjadi perjalanan yang PENTING untuk saya lakukan. Perjalanan kisah dimana sebuah harapan pernah ditaruh dan dibangun, sebuah perjalanan kisah dimana saya memiliki teman teman yang hebat. Sebuah perjalanan kisah dimana saya masih ingin bersama.
Beberapa hari sebelumnya saya telah mengkonfirmasi seorang kawan Chabi, seorang kawan yang berbaik hati meluangkan waktu untuk menemani perjalanan kisah ini. Panggil saja IPUNG PURWANTO yang tidak CIHUY lagi….

1 Maret 2015
Pukul 05.45 WIB, Saya konfirmasi Bro Ipung untuk memundurkan waktu kumpul yang sudah kami rencanakan sebelumnya, awalnya kami telah membuat rencana untuk bertemu di Perempatan Gaplek  Pukul 06.00 WIB. Namun sayang karena pagi itu saya harus menemani anak saya bermain dahulu maka pertemuan saya undur pukul 07. 00 WIB di SEVEL Perempatan Gaplek. Bro Ipung  pun mengAmini dengan membalas WhatsApp saya.
Pukul 06.15, saya meluncur dari Karawaci Tangerang dengan kecepatan 80Km/jam, dengan jalur yang saya pilih Jl. Raya Serpong, dan alhasil saya datang tepat waktu di Sevel waktu menunjukan Pkl. 06.57 WIB. Membeli beberapa cemilan dan minuman sarapan sambil menunggu Bro Ipung.karawaci - gaplek
Tidak lama berselang, Pulsar 220F memasuki SEVEL, parkir tepat di samping motor Apache saya. Cuaca pagi ini cerah, secerah senyum Bro Ipung yang baru datang.
menjenguk usang curug sawer bogor poenyakoer (3)
Berbincang sejenak untuk membicarakan jalur yang akan kita ambil, dan kami berdua SEPAKAT  untuk melintasi jalur ini.
Gaplek - Curug Sawer
Jalur Gaplek – Curug Sawer yang akan memotong jalur sungai di daerah Ciomas. ( Jl. PAM Ciburial). Didalam Map hanya ada Villa 139 ( letak Curug sawer Persis di seberang Villa)
Pukul 07.30 WIB, Akhirnya kamipun berangkat ke lokasi, Duo Reds Siap melaju dengan santai. Bro Ipung di depan sambil menunjukan arah perjalanan. Memacu Duo reds dengan kecepatan 60-80 Km /jam, melihat kembali Hijau Bogor dengan sejuta angkotnya. Kami berpacu diaspal kering dan bagus, sampai di Jl. PAM Ciburial kami mulai mendapati jalan sempit, bebatuan, licin hingga melintasi sungai yang padat dengan aktivitas penduduk. Kami putuskan untuk berhenti sejenak sambil menikmati pemandangan yang ada.
menjenguk usang curug sawer bogor poenyakoer (5)
menjenguk usang curug sawer bogor poenyakoer (8)
 
 
 
 
 
ini aktivitas desa yang tidak bisa kita dapatkan ketika di Jakarta, menggali batu, memecah batu, menggiling padi, mencuci pakaian dan lain sebagainya. Tadinya ingin berfoto ditengah lintasan sungai, tapi karena mis komunikasi dengan Bro Ipung akhirnya sesi foto tersebut gagal.
Meneruskan perjalanan dan melewati beberapa tempat menarik seperti batu Tapak, Pura Parahayangan Agung JagaKatra, Curug Nangka. kami sempat melipir ke Pura, Namun sayang disana sedang ada Upacara yang membuat kami tidak bisa masuk ke area tersebut.
batu tapakpura-taman-sari-bogorcurug nangka
Melanjutkan perjalanan, setelah melewati Curug Nangka tidak lama kami sampai ditempat Tujuan. Lokasi dimana Harapan pernah Ditaruh. CURUG SAWER Bogor, Jl. Gadog Sisi Ds. Sukajadi Kec. Tamansari. Salah satu objek wisata di kaki Gunung Salak. Masuk ke area disambut dengan turunan terjal nan licin, dan kami sampai juga di parkiran rumput yang tersisa.
menjenguk usang curug sawer bogor poenyakoer (14)
Hijau, lebat, Rimbun tempat ini tidak lagi seperti dulu saat saya masih disana…..
CURUG SAWER – GLOBALEDUCAMP
gec00024 gec00046 PAPATONG SAWAH   KANTOR SAUNG CURUGCURUG2 CURUG
kisah itu berada dalam frame foto yang tidak bisa saya ceritakan. Foto Kisah yang bisa dinikmati sambil minum secangkir kopi.
“SEHEBAT APAPUN MASA LALU,  MASA DEPAN ADALAH SEGALANYA”
Setelah dari Curug Sawer, saya mengajak bro Ipung untuk mampir ke Saung kecil milik keluarga. Sebelum turun ke saung saya mampir kerumah penjaga saung. Melepas lelah sambil memarkir duo reds kami. Pertama kali datang mereka tidak menyangka saya yang akan datang. sambil berucap…Mas Kur sekarang Hitam !!?..hahahahahahha damn..pantas mereka tak mengenali saya.
Bercengkrama sambil sarapan ala kampung, disediakan Nasi Pecel dan Gorengan Murah Enak…Kenyang…menjenguk usang curug sawer bogor poenyakoer (24)
Perjalanan kami dari gaplek ke Curug Sawer menempuh waktu 2 jam 20 menit dengan kondisi mampir di beberapa titik. Lumayaaann….pegel (ketawan jarang Turing) akhirnya kami istirahat di saung mungil sambil menikmati suara kesunyian ditengah sawah kebun.
menjenguk usang curug sawer bogor poenyakoer (46)
saung kecil berdiameter 5 x 5 meter yang dikelilingi sawah dan kebun, ada beberapa kolam ikan dan kebun sayur. disisi kanan saung terdapat susukan (kali kecil) yang jernih. Saya mengajak bro Ipung melihat  kondisi kebun disekitar saung sambil menceritakan asal muasal kebun tersebut.
Tidak terasa waktu berjalan cepat, perut kami lapar. saya mengajak bro Ipung memetik sayuran dan dimasak bersama Mie Instant yang sudah kami beli di rumah penjaga saung. Sayur segar yang dapat dinikmati kapan saja.
menjenguk usang curug sawer bogor poenyakoer (42)menjenguk usang curug sawer bogor poenyakoer (56)
Setelah selesai mengisi perut kami, kami berdiskusi mengenai jalur pulang. bro Ipung menginginkan jalur yang berbeda dari jalur keberangkatan, dan kami pun sepakat untuk memilih jalur DRAMAGA-CIAMPEA-JASINGA-PARUNG-CIPUTAT
Curug Sawer - Gaplek
Pukul 15.45 WIB. Kami beranjak dari saung menuju kerumah penjaga saung untuk mengambil motor. Berucap terima kasih sambil menyumbang senyum dan salam untuk perjumpaan lain waktu. Pukul 16.30 WIB Duo Reds siap memacu di aspal menuju kandang. Kali ini saya yang berada di depan, mengarahkan jalan pulang yang mulai ramai dari kemacetan. DRAMAGA mulai padat kearah kota Bogor, untungnya kami mengambil arah sebaliknya.
masuk kearea Ciampea kecepatan kami bertambah, seiring matahari yang mulai turun disisi barat. kami memacu lebih cepat menmenjenguk usang curug sawer bogor poenyakoer (18)ghindari gelap dijalur yang kami lewati. jalur yang menarik dan bagus seharusnya, namun karena jalur tersebut rawan kami tidak ada pilihan. beberapa titik yang kami lewati cendrung berbahaya, apalagi dibeberapa kelokan berpasir yang membuat kami tak segan menginjak rem. kami berdua saling berpacu, saya berteriak kegirangan dalam hati untuk TRIP hari ini.#ONEDAYTRIP untuk kaum Bapak Muda seperti kami.
Speedo Meter telah kembali ke angka Nol. kami sandarkan motor di parkiran McD gaplek memesan menu penutup untuk hari ini. bercengkrama saling mengucap terima kasih untuk TRIP kali ini. Kami selesaikan cerita hari ini dengan struk pembayaran menu penutup dengan angka waktu pemesanan makanan 18.20 WIB.
TERIMA KASIH UNTUK BRO IPUNG PURWANTO,…#ONEDAYTRIP