Pagi pagi tancap gas, target operasi ke area serpong Lagoon. Di Kepala saya serpong lagoon ada di area sekitar AEON, setelah sampai dan tanya security cluster. Dia menjawab tidak ada ‘Serpong Lagoon’ disini…
Gubraak guling , guling,…

Akhirnya buka Google Maps dan jengjeng, ternyata Serpong lagoon satu area dengan Lubana Sengkol, pantas saja nama serpong lagoon begitu familiar dikepala saya. Saya pernah satu kali ke lubana sengkol dan beberapa teman motor pernah berfoto di depan area serpong lagoon.

Kali ini mengandalkan google maps, cari jarak terdekat dengan waktu tempuh tercepat, gmaps kasih rute melalui stasiun serpong. Waktu saya terbatas karena sudah punya janji melatih renang pukul. 08.00 sedang jam tangan sudah menujukan pkl. 07.40 waktu Indonesia bagian banten. TANCAP GAS.

Dirute ini saya melewati jembatan sungai cisadane kemudian belok kanan melalui stasiun, seperti dugaan di stasiun serpong saya akan kena macet tapi yasudahlah dinikmati saja. Lepas dari area stasiun saya belok kanan melewati jalan perkampungan. Gmaps menunjukan beberapa jalan pintas kecil yang mengarah ke sport club serpong lagoon, tapi saya abaikan gmaps dan saya tetap ambil jalur yang pasti melalui gerbang depan. Semetara itu klien saya sudah mengabarkan kalau posisinya sudah di sportclub, hum saya telat….fiuh

Sesampainya di sport club, waktu menunjukan 08.08 waktu Indonesia bagian banten, klien sudah menunggu sambil memperhatikan anaknya yang sudah masuk ke dalam kolam renang, hari ini saya akan melatih anak usia 4 tahun, saya back up klien dari pelatih yang semestinya melatih anak ini. Saya tergabung di renangprivat.com ada banyak pelatih di kursus renang ini, tersedia pelatih Pria dan Wanita yang dapat melatih anak dan dewasa.

Nah,..kebetulan saya bertugas sebagai pelatih back up kalau ada pelatih lain yang berhalangan melatih maka saya yang akan turun melatih.

Pelatihan dimulai, seperti biasa saya mengutamakan adaptasi suasana dan karakter dahulu sebelum memulai pelatihan renang. Memberikan ruang yang menyenangkan bagi anak dan terbuka hingga mau bicara dengan saya. Kemudian baru deh belajar sambil bermain.

Saat proses pelatihan, perut saya keroncongan. Teringat pagi ini saya belum sarapan. Terbersit setelah sesi pelatihan akan makan sesuatu yang dapat mengenyangkan perut.

Kalau tidak salah ada pecak duren dekat dekat sini, tapi nanti dipikirkan kembali. Balik lagi fokus melatih anak.

Usai pelatihan beri salam dan senyum hangat buat si kecil dan ucap perjumpaan berikutnya,….daaaaah !!

Nyalakan GPS dan cari koodinat Pecak Duren, ternyata hanya 7 menit dari sini menggunakan sepeda motor, dan 12 menit menggunakan mobil. Nyalakan motor dan berangkaaaat…

Saat ini saya full mengikuti arahan Gmaps di https://goo.gl/maps/crb9QefyAH82 , karena saya sudah tidak memiliki dateline lain setelah kelas disini. Keluar cluster dan jrengjreeng, memasuki jalan perkampungan, menanjak , becek dan sempit tapi masih diterjang dengan mudah oleh aburas. Ketemu jalan raya tapi hanya menyebrang saja saya diarahkan ke jalan sempit diarahkan kelapangan bola yang rimbun dan kosong, ke kebon bambu yang licin dan masuk ke area perkampungan yang sempit banget, kalau papasan dengan motor lain bakal ribet urusannya. Untung saja aman. Tidak ada motor yang melintas dari arah berlawanan.

Bertemu lagi jalan aspal dan akhirnya sampai di pecak duren, sudah tercium aroma harum yang makin menggugah nafsu makan. Juru parkir sudah menyambut dengan hangat, parkiran sudah ramai dipenuhi motor dan mobil para pengunjung.

Ada yang tau kenapa di sebut Pecak Duren?
Kamu tau?
Kamu?
Kamu?
Yang dipojok sana?
Baiklah, kalau belum ada yang tau?

Fyi. Kenapa disebut Pecak Duren?

Konon katanya karena disini warung pecak ikan yang persis dibawah pohon duren, makanya disebut pecak duren. Jadi bukan pecak duren beneran ya!! Hehehe..

Pecak duren ini adalah warung terpojok diareal ini, karena kalau masuk kedalam lagi kita hanya menemui rumah masa depan dan danau galian pasir.

Warung ini jadi tempat yang misteri buat saya karena lokasi ini benar benar terpencil. Jadi inget beberapa tips menenentukan tempat berjualan seperti:
1. Populasi Penduduk Sekitar
2. Akses yang mudah
3. Mudah dilihat
4. Dekat dengan lokasi keramaian
5. Parkir yang luas

Terkecuali pecak duren ini ya.

Buat yang ini, tetap yang jadi pesona adalah RASA, rasa tidak bisa digantikan dengan apapun. Rasa yang dapat memberikan kepuasan tersendiri, walau jauh, walau akses sulit, walau becek gak ada gojek, walau apapun yang menghalangi. Rasa adalah segalanya untuk warung yang menjual makanan !
Kecuali gak punya uang yaa…hahahaha
Transaksi di warung ini wajib cash, gak boleh hutang atau pakai kartu debit atau kredit, atau kartu apalah itu seperti emoney, brizzi, ovo, akulaku, …

Ngomong melulu….Mana Foto makanannya???

Nih bro, Nih Sist,

Menu disini favorit saya semua, seperti Tumis Oncom, Tumis Jamur, Jengkol, Sambel Leunca, Tumis kacang tempe, Ikan Kuning, Pecak Ikan, Tempe anget, tahu anget, bakwan udang dan lain-lain sebagainya.

Dah yaaa,…

Jangan berharap lebih sama tempat ini, nikmati kesederhanaan serta seger, gurih, pedas, dan nikmatnya makan disini, setelah nyasar atau bermacet macet ria ya.

Selamat Makaaan…!