LAUNCHING VLOG #1 RIDEANDSWIM.ID

Ada masa dimana harus bertahan dan menunggu sampai waktu yang tepat, sejak 1 Oktober 2017 yang lalu saya sudah punya niatan untuk membuat channel sendiri yang memuat perjalanan momotoran saya dengan destinasi air, ya Air, bukan hanya kolam renang, tapi juga Danau, Sungai, Laut, Tedung, dan perairan lain yang memungkinkan saya bisa berenang. Kemudian saya meminta bantuan kepada om Erwin (Prides) untuk dibuatkan logo rideandswim dan selesai dibuatkan logo pada tanggal 30 Desember 2017.

Kenapa Renang??

Renang adalah hobby saya setelah momotoran, bisa memadukan keduanya menjadi hal yang menarik untuk dilakukan. Renang diwaktu yang tepat sangat baik buat siapapun apalagi setelah Lelah berkendara.

Setiap perairan memiliki sensasinya tersendiri dan saya ingin merasakan sensasi tersebut dengan berenang.

Ketika pagi hingga sore hari hujan terus melanda dan keinginan untuk berangkat seolah sirna, rasa malas menderu sampai akhirnya langit terang datang di penghunjung magrib. Akhirnya harapan itu datang dan terus menggebu, aburas seolah memanggil dan berkata ” keluarkan aku dari garasi ” !

Malam semakin pekat, waktu menunjukan Pukul 20.00 WIB untaian doa teriring semoga selalu diberikan kelancaran dalam perjalanan.

Kali ini saya berangkat dari Ciputat, menuju karawaci dan akan mendarat di telaga bestari, rencananya malam ini akan menginap dirumah Proleevo atau Cikgu Andi Hasdi, mengendarai Aburas di kecepatan sedang, melintasi jalur BSD yang nampak begitu tenang. dan Hilangnya keramaian di Jalur Jl. Raya Serang.

Setelah sampai akhirnya saya memilih rumah Cikgu Andi hasdi, disuguhkan ubi madu dan diberi martabak special dari Jono membuat mata ini sepertinya sulit kompromi.

Cikgu sudah menyiapkan kamar untuk saya dan Jono, tubuh yang Lelah membuat saya tidak berlama lama untuk memejamkan mata. hingga suara Adzan menggema dan bangunkan saya.

Semua personil dalam perjalan ini sudah siap, masing masing sudah duduk dikuda besinya, waktu sudah menunjukan pkl. 05.30 WIB, Sementara RC dikendalikan Cikgu Hasdi dan Saya Sweeper. Kami melalui jalur Tigaraksa mengarah Tenjo dan Bersandar sementara di Pertigaan Jasinga.

Parkir dikiri jalan, terlihat tukang nasi uduk yang ramai dikunjungi pembeli, kami tidak segan untuk mencicipi dan memesan makanan. Saya seperti biasa Nasi uduk tanpa sambal, dipadu gorengan tempe khas jasinga. Rasa bak persis seperti nasi uduk dekat rumah, dituntaskan dengan segelas teh tawar yang menghangatkan tubuh.

Perjalanan kami lanjutkan, mengarah ke Cipanas dan melewati Pesantren La Tansa, jalanan mulai berliku-liku dan menanjak, kondisi motor saya sepertinya mulai tidak fit ada tekanan udara karbu yang menahan laju motor saya tapi masih dalam taraf maklum.

Perhentian berikutnya di jembatan Cipanas, di spot ini kami menikmati indahnya pegunungan dan cantiknya pematang sawah. Tidak ketinggalan syahdunya gemercik air yang menenangkan hati. di Spot ini saya sempat mencicipi segar dan jernihnya air. Nikmat banget pokoknyaa….wahahahah

 

Perjalanan dilanjutkan mengarah ke Citorek, perjalanan yang berlika-liku menanjak disajikan pemandangan yang memanjakan mata. hingga di gerbang Citorek kami berhenti sejenak meninggalkan jejak dan masuk ke kawasan citorek sekedar mengisi bensin. (padahal mau berlama lama disini) tempatnya asyik bener…

Putar haluan, kami balik kanan melalui jalur sobang, jalur ini tidak senyaman seperti jalan yang sebelumnya kami lewati, jalanan rusak batu split dan batu kali terhampar dan beberapa lubang tergenang. kontras dan perlu perhatian pemerintah setempat.

Mata sudah mulai Lelah karena terik matahari, Udara yang dingin membuat tubuh butuh asupan. dikepala kami adalah Kopi. kami menikmati kopi ditepian susukan sembari memandangi tebing bebatuan.

Ternyata kopi saja tidak cukup, kami perlu asupan tambahan yang dapat menuntaskan demontrasi cacing yang bersarang di perut kami. Beberes merapihkan alat saji kopi kami melanjutkan perjalanan. ternyata kami menemukan spot menarik yang sempat menghentikan demontrasi cacing di perut kami.

Bukit Meranti ( Kasepuhan Jagaraksa ) Bukit dengan pemandangan yang luas dengan pematang sawah yang hijau nan cantik. Teduh, Nyaman. semilir angin yang menyentuh dahan dan ranting. serta dedaunan yang bergesekan, untungnya gak bawa Hammock, kalau bawa bisa ke bablasan ditempat ini.

Kami paksakan jalan kembali menuruti demontrasi cacing yang belum tuntas, kami lewati ciminyak dan menemukan jalan Utama yang membuat sepatu motor kami kegirangan. ayey…ayey….

di pertigaan ciminyak kami menemukan warung makan, mata terpana dan tidak mau menoleh kearah manapun. Kami lapar katanya, cukup disini menuntaskan demontrasi ini. Makan ala prasmanan dengan lauk dan sambal yang bisa diambil sendiri. Tuntas sudah…!

Perjalanan dilanjutkan ke Ciboleger, sehabis makan bawa motornya pada sadis, apa ini trik menghilangkan ngantuk ya?

Sesampainya di Ciboleger kami merapat di salah satu warung, kami disambut warga sekitar kenalan Cikgu Andi. beliau sepertinya sudah cukup ternama di tempat ini. Berbalas kata basa sunda kemudian seorang pemuda menghantarkan kami menuju destinasi terakhir kita.

Jembatan Akar

Jalur dari Terminal Ciboleger menuju jembatan akar lumayan menantang, lengah sedikit bisa gedubrak. dominasi batu kali, tanah dan air membuat jantung berdebar dan berucap doa semoga tidak tergelincir. dan syukurlah kami berempat aman di jalur ini.

Parkir di titik terakhir, selanjutnya kami harus berjalan 500 meter (katanya) tau kan 500 meter orang desa, yang bikin menantang adalah jalannya yang harus naik turun bikin keringat mengalir dengkul mau coplok. ( Buat temen temen yang mau kesini disarankan menggunakan celana pendek dan sandal gunung ya) perlengkapan motor baiknya tinggalkan saja atau titip diwarung.

Melewati jembatan dan kampung Batara, tak lama dari sana kami sampai di Jembatan Akar, suara aliran air membuat hilang letih Lelah kami. berswafoto dan menikmati pemandangan dari atas jembatan. Gemercik air dibebatuan memaksa kami turun dan menikmati segarnya air sungai Cisimeut.

Lega rasanya bisa melepaskan sepatu dan celana turing, bisa berendam di dalam sungai dan menyebrangi sungai jadi kepuasan tersendiri. Kami layaknya bocah bocah yang kegirangan bertemu air. Gelak tawa dan canda iringi kami di sungai ini.

Hari mulai sore, kami harus bergegas pulang. merapihkan semua peralatan dan sampah jangan sampai kami tinggalkan. kembali menuju parkir motor kami. Rasa haus dan lapar sudah mulai menggerayangi kami. Separuh nafas tersisa terobati dengan sebuah kelapa muda yang disajikan bapak pemilik warung. Berucap syukur kami sudah sampai dititik ini. Kapan kita akan kembali??

Kami lanjutkan perjalanan sebelum malam tiba, kembali ke terminal Ciboleger dan menikmati sebungkus Indomie Rebus. Ucap usai dan terima kasih kepeada guide tour kita kali ini. Semoga kesempatan berikutnya bisa berjumpa dengan pengalaman yang berbeda.

 

Berswafoto didepan Tugu Baduy dan kami kembali ke Tangerang, dalam perjalanan pulang yang sudah mulai gelap, saya mengalami kecelakaan kecil yang membuat saya terjatuh karena menabrak tebing. Kejadian bermula ketika mata Saya terpaut Cahaya motor dari arah berlawanan di tikungan S pendek dan menanjak. Braaaaak…..

Untungnya tidak begitu parah, motor masih dapat berjalan dengan baik dan tidak ada luka yang membekas di tubuh, apalagi di hati…huahahahahahahh…

Alhamdulillah sudah sampai rumah, Yeay !

Kalau Malas baca, Tonton videonya aja ya, jangan lupa like, comments and subscribe..woahahahah.. :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *